Maaf Kalau Musiknya Berisik

Minggu, 28 Oktober 2012

Sistem Rangka dan Otot Manusia


Sistem Rangka dan Otot Manusia


1.    LANDASAN TEORI RANGKA
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang. Rangka manusia dibentuk dari tulang tunggal atau gabungan (seperti tengkorak) yang ditunjang oleh struktur lain seperti ligamen, tendon, otot, dan organ lainnya. Rata-rata manusia dewasa memiliki 206 tulang,walaupun jumlah ini dapat bervariasi antara individu. (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).

1.1    Rangka Manusia
Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari, dan sebagainya. Berikut dijelaskan mengenai rangka tubuh manusia. Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:
  • Memberi bentuk tubuh
    Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
  • Tempat melekatnya otot
    Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
  • Pergerakan-pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae)
        Bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
  • Sistem kekebalan tubuh
        Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. contohnya adalah     limfosit B yang membentuk antibodi.
    • Perlindungan Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
      Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam. Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang. Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung. Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu. Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul. Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku. Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
    • Produksi sel darah
      Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah.
    • Penyimpanan
      Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.
    Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.

    Gambar 1.1 Sistem Rangka Manusia

    Secara garis besar rangka manusia yang terdiri dari 206 tulang tersebut dibagi menjadi dua, yaitu rangka aksial (sumbu tubuh) dan rangka apendikuler (anggota tubuh), (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).
    a.    Rangka Aksial 
        Rangka aksial yang kita sebut juga dengan rangka sumbu tubuh terdiri dari tulang-tulang yang membentuk sumbu tubuh, diantaranya adalah:
    1. Tulang tengkorak
    Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, organ pendengaran dan organ penglihatan. Hubungan antartulang yang terdapat pada tempurung kepala termasuk jenis suture, yaitu tidak ada gerak. Bayangkan jika tempurung kepala kita termasuk diartrosis, apa yang akan terjadi pada otak kita?!
    Tulang tengkorak terdiri dari dari tulang tempurung dan tulang muka.
    2. Tulang hioid
    Tulang hioid merupakan tulang yang berbentuk seperti huruf U. Terletak di antara laring dan mandibula. Hioid berfungsi sebagai tempat melekatnya beberapa otat mulut dan lidah. Jumlah tulang hioid hanya 1 pada setiap manusia.
    3. Tulang belakang (vertebrae)
    Tulang belakang atau yang disebut dengan vertebrae (baca: vertebre) ber fungsi menyangga berat tubuh. Tulang belakang memungkinkan manusia melakukan berbagai macam posisi dan gerakan, misalnya berdiri, duduk atau berlari.
    4. Tulang dada (sternum) dan Tulang rusuk (costa)
    Tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa) bersama-sama membentuk perisai pelindung bagi organ-organ penting yang terdapat di dada, yaitu paru-paru dan jantung. Tulang rusuk (costa) juga berhubungan dengan tulang belakang (vertebrae). Perhatikan penyusun tulang dada (sternum) dan tulang rusuk (costa).
    5. Tulang selangka (Klavikula)
    Tulang selangka (Klavikula) merupakan tulang leher membentuk bagian depan bahu. Perhatikan gambar tulang penyusun anggota gerak atas.
    6. Tulang belikat (Skapula)
    Tulang belikat (skapula) terdapat di atas sendi bahu dan merupakan bagian pembentuk bahu. Perhatikan gambar tulang belikat (skapula) di bawah ini.Gambar/animasi tulang belikat (skapula).
    7. Tulang panggul (Koksa)
    Setiap makhluk vertebrata memiliki jumlah tulang panggul (Koksa) 2. 1 bagian terdapat pada bagian kiri dan 1 bagiannya lagi pada bagian kanan. Tulang panggul membentuk tulang gelang panggul yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. Sewaktu lahir setiap tulang panggul (Koksa) sebetulnya terdiri dari 3 tulang yaitu ileum, ischium, dan pubis. Namun, setelah dewasa ketiga tulang ini bersatu menjadi tulang panggul (koksa).
    8.Tulang pangkal lengan (Humerus), hasta (Ulna), Pengumpil (Radius)
       Tulang pangkal lengan (Humerus) bersama dengan tulang pengumpil (Radius) 
       dan tulang hasta (Ulna) menyusun lengan atas dan lengan bawah.
    9. Tangan dan kaki
    Tulang tangan tersusun atas tulang-tulang pergelangan tangan, telapak tangan dan jari-jari. Jari tangan terdiri dari tiga ruas kecuali ibu jari yang hanya mempunyai dua ruas. Perhatikan gambar tulang penyusun alat gerak bawah Telapak kaki manusia melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas ketika berjalan (belajarbiologi.rumahilmuindonesia.net).

    1.2    Persendian
             Persendian adalah Sistim muskuloskeletal pada manusia terdiri dari tulang, otot dan persendian (dibantu oleh tendon, ligamen dan tulang rawan). Sistem ini memungkinkan Anda untuk duduk, berdiri, berjalan atau melakukan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai penunjang dan pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ dalam. Tempat pertemuan dua tulang adalah persendian, yang berperan dalam mempertahankan kelenturan kerangka tubuh. Tanpa persendian, Anda tidak mungkin bisa melakukan berbagai gerakan. Sedangkan yang berfungsi menarik tulang pada saat Anda bergerak adalah otot, yang merupakan jaringan elastik yang kuat (http://ucix.multiply.com).
  1. Sendi atau artikulasi adalah hubungan antara dua tulang. berdasarkan gerakannya sendi dibedakan menjadi 3 jenis: sendi mati, sendi kaku dan sendi gerak.
  2. Sendi mati (sinarthrosis), karakter dari sendi ini adalah hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain sangat dekat, dan hanya dipisahkan oleh serabut jaringan ikat. Sendi sinarthrosis ini terdapat pada hubungan antara tulang-tulang tengkorak yang dikaitkan oleh sutura.
  3. Sendi kaku (Amfiathrosis), karakterisitik dari sendi ini adalah tulang-dengan tulang dihubungkan oleh tulang rawan hialin. Contoh sendi ini terdapat pada hubungan antara tulang rusuk dengan tulang dada yang dihubungkan oleh tulang rawan hialin.
  1. Sendi gerak (Diarthrosis), sebagian besar sendi yang terdapat dalam tubuh manusia adalah sendi gerak. Terdapat enam jenis sendi yang termasuk sendi gerak yaitu:
1.     Sendi engsel: Pada sendi engsel, kedua ujung tulang berbentuk engsel dan berporos satu.   
        Gerakannya hanya satu arah seperti engsel pintu, contoh sendi siku (hubungan antara tulang lengan           humerus atas dengan tulang radius pengumpil hasta, dan hubungan antara tulang femur / paha 
        dengan tulang tibia fibula atau kering betis) sendi pada mata kaki dan sendi antar ruas jari. 
2.     Sendi putar: Pada sendi putar, ujung tulang satu mengitari ujung tulang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan gerakan rotasi dengan satu poros. Contoh sendi antara tulang hasta dengan tulang pengumpil.
3.    Sendi Pelana atau sendi sela: Pada sendi pelana, kedua ujung tulang membentuk sendi berbentuk pelana dan berporos dua, tetapi dapat bergerak lebih bebas seperti gerakan orang naik kuda. Contoh sendi antara tulang telapak tangan dengan tulang pergelangan tangan.
4.     Sendi kondiloid atau ellipsoid:     Sendi kondiloid memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang. Ujung tulang yang satu berbentuk oval dan masuk kedalam suatu lekuk berbentuk elips. Contoh sendi antara tulang pengumpil dengan tulang pergelangan tangan. 
5.     Sendi peluru: Pada sendi peluru, kedua ujung tulang berbentuk lekuk dan bonggol. Bentuk ini memungkinkan gerakan bebas ke segala arah dan dapat berporos tiga. Contoh sendi antara tulang humerus/lengan atas dengan tulang gelang bahu, dan sendi antara tulang gelang panggul dengan tulang femur /paha.
6.     Sendi luncur: Pada sendi ini, kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser dan tidak berporos. Contoh sendi antar tulang pergelangan tangan, antar tulang pergelengan kaki, antar tulang selangka, dan antar tulang belikat.

1.3    Otot Manusia
Otot adalah sebuah jaringan konektif yang tugas utamanya adalah berkontraksi yang berfungsi untuk menggerakan bagian-bagian tubuh baik yang di sadari maupun yang tidak. Sekitar 40% berat dari tubuh kita adalah otot. Tubuh manusia memiliki lebih dari 600 otot rangka. Otot memiliki sel-sel yang tipis dan panjang. Otot bekerja dengan cara mengubah lemak dan glukosa menjadi gerakan dan energi panas. Otot rangka melekat pada tulang secara langsung ataupun dengan bantuan tendon. Otot bekerja berpasangan satu berkontraksi dan lawannya relaksasi sehingga otot bisa menggerakan berbagai bagian dari tubuh manusia seperti lutut yang bisa dibengkokan maupun di luruskan (http://berita-iptek.blogspot.com).


Gambar 2.2 Otot Manusia

1.3.1    Jenis dan Macam Gangguan Pada Otot Manusia
Pada manusia terdapat beberapa masalah atau gangguan kesehatan pada otot yang terdapat pada tubuh yaitu(http://juliuskurnia.wordpress.com):
1. Kelelahan Otot
Kelelahan otot adalah suatu keadaan di mana otot tidak mampu lagi melakukan kontraksi sehingga mengakibatkan terjadinya kram otot atau kejang-kejang otot.
2. Astrofi Otot
Astrofi otot adalah penurunan fungsi otot akibat dari otot yang menjadi kecil dan kehilangan fungsi kontraksi. Biasanya disebabkan oleh penyakit poliomielitis.
3. Distrofi Otot
Distrofi otot adalah suatu kelainan otot yang biasanya terjadi pada anak-anak karena adanya penyakit kronis atau cacat bawaan sejak lahir.
4. Kaku Leher / Leher Kaku / Stiff
Kaku leher adalah suatu kelainan yang terjadi karena otot yang radang / peradangan otot trapesius leher karena salah gerakan atau adanya hentakan pada leher serta menyebabkan rasa nyeri dan kaku pada leher seseorang.
5. Hipotrofit Otot
Hipotrofit otot adalah suatu jenis kelainan pada otot yang menyebabkan otot menjadi lebih besar dan tampak kuat disebabkan karena aktivitas otot yang berlebihan yang umumnya karena kerja dan olahraga berlebih.
6. Hernis Abdominal
Hernis abdominal adalah kelainan pada dinding otot perut yang mengakibatkan penyakit hernia atau turun berok, yaitu penurunan usus yang masuk ke dalam rongga perut.
7.    Keseleo / Terkilir / Sprained
Terkilir atau keseleo adalah gangguan sendi akibat gerakan pada sendi yang tidak biasa, dipaksakan atau bergerak secara tiba-tiba. Umumnya kesleo bisa menyebabkan rasa yang sangat sakit dan bengkak pada bagian yang keseleo.
  

Senin, 22 Oktober 2012

14 Bela Diri Mematikan Di Seluruh Dunia


14 Bela Diri Mematikan Di Seluruh Dunia


E-mailPrintPDF
Inilah 14 Seni Bela Diri yang Paling Mematikan Di Seluruh Dunia - Ilmu bela diri di seluruh dunia banyak macamnya. Tujuan utama dari semua bela diri tersebut ada dua hal yaitu untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan untuk menyehatkan badan. Berikut ini adalah 14jenis bela diri yang paling mematikan di seluruh dunia.
14.Pencak Silat (Indonesia)
Pencak silat atau silat adalah suatu seni bela diri yang berasal dari Asia Tenggara. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Melayu nusantara. Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia
Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan.
13. MCMAP (Marine Corps Martial Arts Program) United States
Bela Diri Mematikan Di Seluruh DuniaSetiap anggota marine rata-rata harus mengikuti minimal 2 program bela diri per tahun sejak tahun 1775.Pada suatu masa ada 1 program pelatihan bela diri bagi marine dimana program tersebut merupakan gabungan dari beberapa daerah tempat marine pernah ditugaskan.Program tersebutlah yang dinamakan MCMAP.
Pada program modern dari MCMAP ini diajarkan tentang bertarung dengan menggunakan tangan kosong (Prioritas),senjata seadanya (improvised weapons),bayonet, dan bagian dari senapan (popor atau gagang).
Sekarang ketika anda menggunakan teknik MCMAP pada sesorang tiap moves memiliki pilihan untuk menyerang secara fatal (mati) ,hanya melukai untuk menderita secara tersiksa atau bahkan keduanya.
12. Sambo (Rusia)
Rusia mengembangkan seni bela diri dalam bentuk gulat yg brutal.
Namun selama masa komunis Rusia 1917 ikatan bela diri Rusia memutuskan bahwa teknik brutal mematahkan tulang dan merobek sendi tersebut tidaklah cukup bagi orang-orang komunis soviet.
Karena itulah mereka memodifikasi nya menjadi Sambo yg dalam bahasa Rusia berarti “self-defense without weapons”
Awalnya hanya dipelajari oleh Red Army beserta agen pemerintah namun karena tingkat kriminal makin meningkat,sambo juga dipelajari oleh para bodyguard.
11. Capoeira (Brazil)
Kombinasi dari pertarungan dan tarian,Capoeira mungkin adalah bela diri yang paling indah untuk ditonton. Capoeira adalah sebuah sistem bela diri tradisional yang didirikan di Brazil oleh budak-budak Afrika yang dibawa oleh orang-orang Portugis ke Brazil untuk bekerja di perkebunan-perkebunan besar. Pada zaman dahulu mereka melalukan latihan dengan diiringi oleh alat-alat musik tradisional. Capoeira tidak saja menjadi sebuah kebudayaan, tetapi juga sebuah olahraga nasional Brazil, dan para guru dari negara tersebut membuat capoeira menjadi terus menerus lebih internasional, mengajar di kelompok-kelompok mahasiswa, bermacam-macam fitness center, organisasi-organisasi kecil, dll. Saat ini capoeira dipelajari hampir di seluruh dunia, dari Portugal sampai ke Norwegia, dari Amerika Serikat sampai ke Australia, dariIndonesia sampai ke Jepang.
10. Judo (Jepang)
Judo ditemukan atau didirikan oleh Kano Jigoro, yang sering diganggu pada masa kecilnya, sekitar 1860 sampai 1870. Dengan mengambil berbagai kemampuan dasar beladiri yang berkembang, Kano menambahkan teknik lemparan untuk menciptakan Judo. Arti kata Judo adalah “jalan lembut” yang berarti kira2 menggunakan kekuatan lawan untuk melawan dirinya sendiri. Karena prinsip inilah, maka Judoka tidak harus lebih kuat daripada lawannya. Fokus utama Judo adalah melempar dan kuncian tanah, daripada memukul atau menyerang.
 9. Aikido (Jepang)
Aikido diperkenalkan pada awal 1900an, dengan para pengikutnya belajar untuk menggunakan kekuatan dan energi lawan untuk menjatuhkan mereka. Para murid diajarkan untuk tetap menjaga kondisi penyerangnya, dan diajarkan untuk melumpuhkan tanpa melukai. Penggunaan senjata juga sering ditemui dalam aikido, dan para pengikutnya diajari untuk bertahan melawan tongkat, pedang dan bahkan pisau. pendiri Aikido, Morihei Ueshiba, berkata bahwa untuk menjadi pengikut Aikido yang sukses, para murid harus “menerima 99% serangan lawan dan menatap wajah kematian tanpa takut.”
8. Krav Maga (Israel)
Beladiri wajib pengawal presiden Israel, seni bela diri ini tanpa aturan, dan keras. Bela diri ini tidak pernah dilatih untuk olahraga, karena benar2 ditujukan untuk menghancurkan penyerang dengan berfokus pada area vital lawan, misalnya selangkangan dan mata, dan bahkan mengijinkan penggunaan kepala sebagai senjata dan berbagai benda yang ada sebagai senjata. Pendekatan bela diri ini dibagi tiga langkah: Hadapi ancaman, cegah lawan untuk melakukan serangan kedua, dan netralkan lawan.
7. Jujutsu (Jepang)
Ketika samurai Jepang kehilangan semua senjata, mereka akan beralih ke penggunaan Jujutsu (seni lembut). Jujutsu berkembang dengan berfokus pada lemparan, kuncian dan menggulingkan diri. Tapi tidak seperti bela diri lain, Jujutsu lebih banyak bergerak ke “apa aja boleh”. Secara tradisional, para murid diajarkan berbagai taktik “curang” seperti mencolok mata, menggigit, yang jika digunakan dengna tepat, dapat membunuh lawan. Bela diri ini sangat efektif jika digunakan pada pertempuran jarak pendek.
6. Ninjutsu (Jepang)
Beladiri misterius ini biasa digunakan oleh kaum pembunuh dan para pejuang gerilya Jepang. Ninjitsu mengajarkan berbagai cara untuk mengejutkan lawan dan mengalahkan lawan, dengan arah perkembangan untuk membunuh. Selain kaki, tangan, berbagai senjata diajarkan juga, termasuk teknik menyelinap dan melarikan diri secara efektif.
 5. Tae-kwondo (Korea)
Te-kwondo memiliki arti “jalan kepalan dan kaki”, beladiri ini berkembang pesat pada setelah era PD II, ketika Jepang mengakhiri pendudukan atas Korea. Bela diri ini terkenal atas tendangannya yang mencengangkan, dan menggabungkan antara kemampuan fisik dan kekuatan mental. Pemengang sabuk hitam beladiri ini mencapai 3 juta orang di seluruh dunia.
 4. Kung fu (Cina)
Bela diri cari Cina ini berarti secara harfiah: Kesuksesan yang diraih dengan jalan yang berat dan panjang, dan merupakaan beladiri paling tua di dunia. Semenjak diperkenalkan oleh Kaisar Huangti, 2,698 sebelum Masehi, telah berkembang puluhan ribu aliran Kungfu. Secara tradisional, beladiri ini diajarkan oleh para biksu Shaolin, dengan penekanan utama pada moralitas dan filosofi, dimana nilai kerendahan hati, kepercayaan, dan kesabaran, serta penghormatan di tekankan.
3.Karate (Jepang)
Diturunkan dari kata yang berarti “tangan kosong”, Karate diperkenalkan sebagai beladiri tanpa senjata. Berbagai teknik Karate diperkirakan berawal dari tahun 1300-an, walaupun penulis “10 Precepts of Karate”, Anko Itosu, bapak karate modern, menuliskan buku tersebut pada 1908. “Karate adalah teknik yang mengubah tangan dan kaki menjadi tombak” demikian tulis Anko. Pada buku tulisan Anko, karate dapat dipakai sebagai cara mengindari perkelahian jika dihadang penjahat.
 2. Brazilian Jiu-jitsu (Brazil)
Walaupun didirikan di Brazil, pendiri bela diri ini adalah Mitsuyo Maeda, seorang petarung dari Jepang, yang memenangkan lebih dari 2000 pertandingan dan dianggap sebagai manusia paling tangguh. Maeda bertemu dengan keluarga Gracie di Jepang pada 1914, dan semenjak saat itu juga keluarga Gracie dianggap sebagai keluarga pertama beladiri ini. Penekanan pada lemparan dan groundwork menjadikan olahraga ini populer di kalangan pengguna olahraga campuran
1. Muay Thai (Thailand)
Muay Thay susah sekali diperkirakan kapan tepatnya lahir, tapi berbagai elemen dari beladiri ini dapat ditemui di beladiri Jepang dan India. Popularitas beladiri ini mulai muncul pada 1800an. Secara tradisi, bela diri ini sangat terstruktur, dengan berbagai ritual yang menunjukkan penghormatan kepada lawan. Sekarang beladiri ini lebih berfokus sebagai penggunaan badan sebagai senjata, kepalan, tulang kering, siku, lutut, dan berbagai hal lain untuk mengalahkan lawan. Inilah yang membuat bela diri ini berharga, karena semua bagian tubuh dapat digunakan sebagai senjata.

Prinsip Dan Hukum Dalam Kepelatihan Olahraga

Hukum dan prinsip latihan.Banyak sistem yang mempengaruhi perencanaan latihan. Bagaimanapunseorang pelatih dalam menggunakan program latihan untuk atletnya maka harus berpedoman pada prinsip-prinsip latihan. Untuk memahami prinsip latihan inimaka kita coba kaji berdasar pada kajian Ilmu Faal (Fisiologik), Ilmu Jiwa(Psikologik), dan Ilmu Kependidikan (Pedagogik).

A.HUKUM FISIOLOGIK
Semua sistem latihan dipengaruhi oleh tiga hukum fisiologik, yaitu : hukum OVERLOAD, hukum KEKHUSUSAN (Specificity), dan hukum REVERSIBILITAS (Reversibility). Prinsip-prinsip lainnya disebutkan oleh para pelatih sebagai aspek-aspek yang terkandung dalam tiga prinsip tersebut.

a.Hukum Overload (Law of Overload)
Hukum ini adalah yang banyak memperbaiki dalam kebugaran seorangatlet, sehingga membutuhkan suatu peningkatan beban latihan yang akanmenantang keadaan kebugaran atlet.Bahwa beban latihan berfungsi sebagai suatu stimulus danmendatangkan suatu respon dari tubuh atlet. Apabila beban latihan lebih beratdaripada beban normal pada tubuh maka tubuh akan mengalami kelelahansehingga tingkat kebugaran akan menjadi lebih rendah dari tingkat kebugarannormal. Hal ini akan membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama.Artinya, pembebanan akan menyebabkan kelelahan, dan ketika pembebanan berakhir, maka pemulihan berlangsung. Jika pembebanan optimal (tidak terlalu ringan dan juga tidak terlalu berat) maka setelah pemilihan penuhtingkat kebugaran akan meningkat lebih tinggi daripada tingkat sebelumnya.
 I.Prinsip Individualisasi
Reaksi masing-masing atlet terhadap suatu rangsangan latihan terjadi dengancara yang berbeda. Perbedaan tersebut karena usia dan jenis kelamin.Perencanaan latihan dibuat berdasarkan perbedaan individu atas kemampuan(abilities), kebutuhan (needs), dan potensi (potential). Tidak ada programlatihan yang dapat disalin secara utuh dari satu individu untuk individu yanglain. Program latihan yang efektif hanya cocok untuk individu yang telahdirencanakan.Pelatih harus mempertimbangkan faktor usia kronologis dan usia biologis(kematangan fisik) atlet, pengalaman dalam olahraga, tingkat keterampilan(sklill), kapasitas usaha dan prestasi, status kesehatan, kapasitas beban latihan(training load) dan pemulihan, tipe antropometrik dan system syaraf, dan perbedaan seksual (terutama saat pubertas).
 II.Prinsip Pengembangan Multilateral
Pengembangan menyeluruh ini berkaitan dengan keterampilan gerak secaraumum (general motor ability) dan pengembangan kebugaran sebagai tujuanutama yang terjadi pada bagian awal dari perencanaan latihan tahunan.Prinsip ini harus menjadi focus utama dalam melatih anak-anak dan atlet junior. Hal ini adalah merupakan langkah pertama dari rangkaian pendekatanuntuk latihan olahraga (prestasi).


b.Hukum Kekhususan (Law of Specificity)
 Hukum kekhususan adalah bahwa beban latihan yang alami menentukanefek latihan. Latihan harus secara khusus untuk efek yang diinginkan. Metodelatihan yang diterapkan harus sesuai dengan kebutuhan latihan. Beban latihanmenjadi spesifik ketika itu memiliki rasio latihan (beban terhadap latihan) danstruktur pembebanan (intensitas terhadap beban latihan) yang tepat.
 Prinsip Spesialisasi
Prinsip ini melatih kapasitas dan teknik yang dibutuhkan untuk aktivitaskhusus atau nomor khusus. Contoh, dalam atletik seorang pelempar membutuhkan latihan kekuatan khusus dan juga teknik khusus pada masiing-masing nomor lempar. Seorang perenang membutuhkan kecepatan dan dayatahan kecepatan serta daya tahan kekuatan sesuai dengan nomornya, begitu pula teknik yang dibutuhkannya. Semuanya itu harus dilakukan secara khusussetelah melewati fase latihan yang menyeluruh (multilateral).
 Prinsip Model Proses Latihan
Model ini dimanfaatkan untuk mengembangkan pola-pola latihan yang eratdengan kaitannya dengan kebutuhan kompetisi. Pola yang paling sulitmembutuhkan waktu yang cukup lama (tahunan) agar menjadi sempurna. Halini tentunya harus diawali dengan kemampuan pelatih dalam menganalisasetiap kompetisi. Contoh dalam olahraga permainan, bagaimana pola-pola permainan itu harus berjalan sesuai dengan kebutuhan setiap kompetisi (saatmenghadapi lawan berat atau lawan yang lebih ringan), bagaimana pola pertahanan dan penyerangan yang baik dan harmonis.

c.Hukum Reversibilitas (Law of Reversibility)
Hukum ini adalah bahwa tingkat kebugaran akan menurun jika pembebanan latihan tidak dilanjutkan (continued).
 Prinsip Meningkatkan Tuntutan
Dalam pembebanan latihan, tuntutan ini adalah bahwa beban latihan harus berkelanjutan jika kebugaran umum dan khusus atlet terus ditingkatkan, beban latihan harus ditingkatkan secara regular (progressive overload). Rasio
 latihan adalah kritis. Seorang pelatih harus menentukan berapa lama pemulihan dibutuhkan dalam suatu sesi dan antar sesi.
 Prinsip Melanjutkan Tuntutan Beban
Prinsip ini mengungkapkan bahwa atlet jangan terlalu lama berhenti berlatih.ketika pemuncakan sedang berlangsung dan beban latihan dikurangi makahasilnya akan menurunkan kondisi.Prinsip Kemungkinan dapat terjadi dengan mudah (Feasibility)Prinsip ini menyatakan bahwa beban latihan yang telah direncanakanharuslah realistic. Tujuan latihan tidak boleh mengakibatkan rusaknya atauhancurnya prestasi atlet yang disebabkan oleh tujuan yang tidak realistic. Halini bukan saja merusak secara fisik, akan tetapi juga akan berakibat padakondisi psikologik. Tujuan latihan haruslah sesuai dengan kemampuanseseorang (atlet) yang tentunya berdasar pada hasil tes parameter yangdirencanakan dan dilaksanakan secara periodik sesuai kebutuhan setiaptahapan sehingga prestasi menjadi berkembang, tidak mengecilkan hati atau gagal.

2.HUKUM PSIKOLOGIK

a.Prinsip Aktif, Partisipasi Sungguh-sungguh (Active, Conscientious Participation)
Prinsip ini mengandung makna bahwa untuk menghasilkan prestasi yangmaksimal atlet harus terlibat secara aktif dalam proses latihan yang telahdipilihnya. Prinsip ini sering luput dari perhatian atlet dan juga pelatih. Atlet berpartisipasi secara pasif, hanya mengikuti saja apa yang diperintahkan ataumenunggu pemberian motivasi dari pelatih tanpa didasari atas kesungguhanuntuk melakukan latihan bahwa
latihan adalah suatu kebutuhan.
Latihan adalah suatu bentuk kerja sama antara atlet dan pelatih yangmengandung resiko. Atlet

b.Prinsip Kesadaran (Awareness)
Prinsip ini menunjuk pada kebutuhan bahwa pelatih menjelaskan pada atletapa yang terlibat dalam program latihan, apa yang menjadi tujuan latihan, dan bagaimana mencapainya. Dalam hal ni juga atlet harus menyadari akan posisinya sebagai orang yang juga harus berpartisipasi aktif dalam perencanaan dan evaluasi latihan.

c.Prinsip Variasi (Variety)
Kompleksnya latihan dan tingginya tingkat pembebanan dalam latihan untuk sukses membutuhkan variasi bentuk latihan dan metode latihan agar tidak terjadi kejenuhan / kebosanan (boredom) atau basi (staleness). Faktor kebosanan ini akan menjadi kritis apabila kurang bervariasi seperti padagerakan (hanya) lari saja yang secara teknik tidak begitu kompleks (terbatas)dan membutuhkan faktor fisiologik.
d.Prinsip Istirahat Psikologik (Psychological Rest)
Saat kelelahan terjadi seorang atlet akan mengalami ketegangan mental atauketegangan psikologis (psychological strain), bukan hanya kelelahan fisik saja. Oleh karena itu, selain harus meningkatkan kemampuan fisik menjadiistimewa, harus pula mampu mengalihkan situasi yang akan mengakibatkanmunculnya tekanan-tekanan (stress) seperti pada kompetisi atau latihan.Bagian ini penting untuk membantu proses istirahat psikologis.

C.HUKUM PEDAGOGIK
Prinsip-prinsip yang ada dalam hukum ini akan membantu atlet dan pelatihuntuk lebih memaknai proses pembelajaran / pelatihan melalui pendidikan.

a.Prinsip Perencanaan dan Pemanfaatan system (Planning and Use of  System)
Prinsip ini membutuhkan apa yang disebut dengan disain program latihanyang sistematis dan efesien, dari program jangka panjang sampai dengan unitlatihan yang dibutuhkan oleh setiap atlet secara individu. Prinsip inimembutuhkan ketelitian, kehati-hatian, dan mempertemukan semuakebutuhan latihan secara efektif. Melalui prinsip ini, atlet dan pelatihmengalami proses pembelajaran yang selalu sistematis dan terencana.

b.Prinsip Periodisasi (Periodization)
 Prinsip periodisasi adalah mengembangkan program latihan melalui seri-seridari setiap siklus atau tahapan berdasarkan pada standar prestasi setiapcabang olahraga. Prinsip ini terkait dengan perencanaan program latihan yangakan disusun.Tahapan latihan yang lazim dimanfaatkan adalah Tahap Persiapan (PersiapanUmum dan Persiapan Khusus), Tahap Kompetisi (Pra Kompetisi danKompetisi Utama), dan Tahap Transisi. Prinsip ini mengajak pelatih untuk senantiasa manjalani proses melalui tahapan yang jelas dan teratur.

c.Prinsip Presentasi Visual (Visual Presentation)
Prinsip ini mencoba untuk memberikan informasi latihan yang sejelasmungkin kepada atlet, sewaktu-waktu, audio-visual dapat diimanfaatkanuntuk membantu atlet dalam memahami materi latihan yang telah, sedang,dan atau akan diberikan dalam proses latihannya.Proses pembelajaran/pendidikan seperti ini penting bagi atlet untuk bias lebihmemahami apa yang seharusnya dilakukan dan yang cukup penting adalah bagaimana seorang atlet mampu mengoreksi sendiri (self correction) apayang menjadi hal penting dalam meningkatkan prestasinya. Prinsip-prinsiplatihan yang dikaji berdasarkan tiga disiplin ilmu itu penting sekali bagi pegangan para pelatih untuk lebih memahami tuntutan dan kebutuhan latihanagar menjadi lebih efektif dan efesien.

Referensi :William H. Freeman.
 Peak When It Count
. Los Altos : Tafnews Press. 1989

TRIPLANE-Dear friends

TRIPLANE-Dear friends

Minggu, 21 Oktober 2012

6 Cara Menjadi Pegulat Profesional


6 Cara Menjadi Pegulat Profesional



libre 6 Cara Menjadi Pegulat Profesional
Kamu pasti pernah nonton acara gulat seperti WWE Smackdown, WWF, Royal Rumble, dan lain-lainya dong? Apalagi kalau kamu adalah seorang cowok. Cukup bisa dipastikan  bahwa ada masanya kamu sering menonton dan menyukai acara sejenis ini.
Pada dasarnya pegulat professional itu berarti seseorang yang bergulat dengan cara klasik seperti tangkap, peluk, banting, dan kunci, namun dibumbui dengan atraksi yang lebih heboh, seperti misalnya bersalto, akrobat,  pukul, cubit, tendang, dan gampar. Intinya berantemnya dibuat lebih dramatis gitu lah.
Jadi pegulat professional itu asik loh, kamu bisa pamer di depan banyak penonton, mempunyai penghasilan yang besar, dan pastinya bisa terkenal. Kalau kamu beruntung, kamu juga bisa menjadi seperti Dwayne Johnson, seorang pegulat profesional, bintang iklan, serta akhirnya bisa menjadi seorang aktor yang punya nama di Hollywood. Oh iya, di dunia gulat dia biasa dikenal sebagai The Rock.
Gak sabar pengen jadi seorang pegulat profesional? Berikut langkah – langkah yang perlu kamu tempuh untuk menjadi seorang pegulat professional:
1. Berolahraga Lebih Sering
Menjadi pegulat itu harus mempunyai fisik yang kuat, tidak peduli badan kamu cungkring atau gembrot, yang pasti kekuatan fisik itu mutlak nomor satu. Jadi kalau penampilan fisik kamu buruk jangan minder dulu, itu bisa menjadi nilai tambah loh. Yang penting kamu olahraga aja dulu, biar makin kuat. Kalo kamu ngangkat meja aja gak kuat, gimana mau melakukan bantingan piledriver?
2. Berpengalaman Menjadi Pegulat
Kalau kamu benar – benar sudah siap menjadi pegulat, mulailah bergabung dengan Persatuan Gulat Amatir Seluruh Indonesia (PGASI). Karena untuk bisa menjadi pegulat professional, kamu harus punya pengalaman bergulat minimal 3 – 5 Tahun. Jadi formalitas di sini sangat berpengaruh. Sekalian itu lumayanlah buat latian-latian gitu.

3. Memilih Jenis Karakter

Setalah kamu berpengalaman di dunia gulat amatir, sekarang saat yang sangat penting, kamu harus memilih menjadi suatu karakter pada saat akting di ring professional. Pilihlah yang sesuai dengan mimpi kamu. Misalnya menjadi seorang badut pembunuh, seorang drakula, seorang pengamen, seorang anak kuliahan yang jago berantem, seorang playboy, seorang pedofil, atau mungkin seorang gembala sapi.

4. Persiapkan Keperluan Lain

Setelah kamu sudah memilih suatu karakter, persiapkan baju yang cocok dengan karakter kamu. Cara kamu berbicara juga harus diatur, serta perlengkapan lain seperti senjata, gerakan khas, jurus pamungkas, kata-kata andalan juga harus dipersiapkan. Inti-nya kamu harus benar – benar matang menjadi suatu karakter pada saat tampil di ring.

5. Buatlah Video

Ini saat yang menentukan apakah kamu beruntung atau tidak menjadi seorang pegulat profesional. Rekamlah dalam bentuk video berdurasi sekitar 5 menit yang menjelaskan apa karakter kamu, kemampuan, cara bicara, dan yang pasti ciri khas kamu. Kirim video dan data diri kamu ke talent agent profesional gulat di amerika.

6. Berdoa Dan Menunggu

Setelah kamu sudah mengirimkan video karakter kamu, kini kamu tinggal berdoa, menunggu, dan pasrah. Kalau kamu diterima, pasti ada pihak yang menghubungi kamu, Selamat! Kalau tidak ada yang menghubungi kamu dalam jangka waktu lama, jangan kecewa, coba lagi! Sambil nunggu, mungkin kamu bisa mencoba hidup sebagai karakter yang kamu ciptakan  sampe temen-temen kamu bingung, dan sesekali mungkin kamu bisa melatih DDT atau Diving Headbutt kamu ke temen-temen kamu.
Apalagi yang kamu tunggu, buruan jadi pegulat! Belum ada loh pegulat professional yang berasal dari Indonesia. Kalau kamu bisa terkenal, MBDC pasti seneng banget punya temen dari Indonesia yang bisa menjadi pro wrestler!

Prinsip Latihan Olahraga


Prinsip Latihan Olahraga

HAKIKAT KEPELATIHAN

Hakikat kepelatihan (disebut juga coashing) dalam bidang apapun ialah meningkatkan ilmu, keterampilan, dan kinerja peserta pelatihan setinggi mungkin dalam bidang yang ditekuninya. Demikian pula dalam pelatihan olahraga tanding. Hakikat da tujuan kepelatihan olahraga ialah juga meningkatkan ketiga unbsur tersebut  agar para pertandingannya (olahragawannya) mampu mencapai prestasi maksimal mungkin. Krena itu tugas pelatih ialah membantu atlet-atlenya untuk meningkatkan prestasi olahraganya setinggi mungkin.
Dalam asperk apasaja pelatih bias membantu atletnya?sedikitnya ada 4 aspek yang perlu dipeerhatikan pelatih kepada para atletnya untuk memungkinkan mereka mencapai prestasi maksimalnya, yaitu :
a.      Aspek fisik
b.       Aspek teknik
c.       Aspek taktik
d.      Aspek mental
Aspek tersebut harus diterapkan secara sistematik , berencana, serempak, dan sinergis. Satu saja aspek tidak dilatih, tak mungkin perstasi maksimal akan terwujud.

PRINSIP – PRINSIP LATIHAN
Untuk memungkinkan meningkatkan prestasi, latihanb haruslah berpedoman pada teoriu-teori seerta prinsif-prinsif latihan tertentu. Tanpa terpedoman pada teori serta prinsip-prinsip latihan yang  benar, latihan seringkali menjurus ke peraktik mala-latih (mal-practice) dan latihan yang yang tidak sistematik-metodis sehingga peningkatan prestasi pun sukar di peroleh.
Oleh karena itu kita perlu pahami apa batasan (depenisi)training itu.
“Training adalah suatu proses yang sistematis dari berlatih yang dilakukan secara berulang – ulang , dengan kian hari kian menambah jumlah beban latihannya.”
Sistematis : berencana, menurut jadwal, menurut pola dan system, tertentu, metodis, dari mudah ke sukar, dari sederhana ke yang lebih komplek, latihan teratur, dan sebagainya.
Berulang-ulang : maksudnya ialah agar gerakan – gerakan yang semula sukar dilakukan menjadi semakin mudah, otomatis, dan erflektif pelaksanaannya sehingga menghemat energy.
Kian hari ditambah bebannya: maksudnya ialah setiap kali, secara periodic, dan mana kala sudah tiba saatnya untuk ditambah, bebannya harus di peerberat, kalau beban tidak lpernah bertambah maka prestasipun tidak akan meningkat.
Selanjutnya akan disajikan secara ringkas beberapa prinsip latihanyang paling penting untuk menjadi pedoman bagi siapapun yang ingin meningkatkan perporma pelatihannya atau prestasi olahraganya.
PRINSIP BEBAN LEBIH : prinsip beban lebih (overload) adala prinsip latihan yang meneklankan pada pembebanan yang lebih berat daripada yang mampu dilakukan oleh atlet, atau di atas batas ambang-ambang rangsangan atlet.kalau beban latihan terlalu ringan , maka berapa lamapun kita latihan maka prestasi tidak aka meningkat, peningkatan perestasi tidak akan mungkin.
Karena system faallah tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan rangsangan – rangsangan latihan. Penerapan rangsangan overload hrus dilakukan secara bertahap,progresif, serta di selingi denga periode-periode pemulihan atau penurunan intensitas latihan dan volume latihan.
Jadi :
a.      Istirahat yang cukupsetiap hari adalah penting.
b.       Hari-hari latihan berat harus di selingi dengan hari-hari latihan ringan.
c.       Perencanaan latiha harus disusun dalam sikluss-siklus, yaitu misalnya setelah latihan puncak,. Latihan kemudian diturunkan intensitasnya dan volumenya.
d.      Agar efektif hasilnya latihan overload sebaiknya menganut “sistem tangga” (step-tipe-approach)
PERKEMBANGAN MULTILATERAL:  prinsip perkebangan multilateral atau menyelluruh sebaiuknya diterapkan pada atlet-atlet usia muda. Pada permulaan belajar mereka harus dilibatkan dalam beragam kegiatan agar demikian mereka memiliki dasar yang lebih kokoh guna menunjang spesialisnya kelak. Bberdasarkan teori tersebut, pelatih sebaiknya jangan etrlalu membatasi atlet dalam program latihan yang menjurus pada perkembangan spesialisasi yang sempit di masa usia terlalu dini. Prinsip perkembanga multilateraldidasarkan pada pakta bahwa selaluada saling ketergantungan (interdependensi) antara semua organ dan system tubuh manusia, dan antara proses-proses faallah dan psikologis.

Prisif multilaterak ini telah dianut banyak atlet didunia, antara lain bruce jenner, juara dasa lomba Olimpiade Montreal, Nadia Comanecl, pesenam nadal dari Rumania.
Barulah kelak kalau atlet sudah milai dewasa dan cukup matang untuk memasuki tahap latihan berikutnya, dan perkembangan fisiknya sudah memadai, sipat latiha bagi dia bias mulai menuju sesialisasi. Dengan demikian maka jalan menuju top prestasi biasanya juga akan lebih mulus, dan prestasinya bias bertahan lebih lama.
PRINSIP REVERSIBILITY:  prinsip reversibility (kebalikan)mengatakan bahwa, kalau kita behenti berlatih, tubuh kita akan kembali ke keadaan semula atau kondisinya tidak aka meingkat .
Penelitian saun dkk (pyke : 1991) menemukan bahwa tiga minggu istirahat akan menurunkan VO2 max sebesar 25%. Untuk kembali ke kondisi semula dibutuhkan waktu 4-6 minggu latihan.
Houston (pyke : 1991) menemukan bahwa setelah 15 hari tidak latihan  daya tahan (endurance)pelari-pelari menurun secara sicnifik.
PRINSIP SPESIFIK : prinsip spesifik (ke khasan, specificity)mengatakan bahwa manfaat yang bias diperolleh dari rangsangan latihan bahwa akan terjadi kalau ransangan tersebut mirip atau menyerupai gerakan-gerakan yang dilakukan dalam olahraga tersebut. Contohnya untuk menguasai permainan bulu tangkis, orang harus melakukan gerakan-gerakan yang di perlukan dalam bulu tangkis.
Hal serupa juga akan terjadi dengan komponen-komponen fisik lainnya seperti kekuatan, kecepatan, kelentuka dan sebagainya. Kalau latihannya tidak continue maka unsure-unsur tersebut juga akan berkurang kemampuannya.
Hal ini juga akan terjadi pada hteknik-teknik gerakan dan skill. Kalau kita lama tidak main tenis, maka teknik pukul, servis, smess akan menurun. Karena itu kita harus berlatih secara continue, teratur, dan sistematis, sedikitnya 3-4 kali dlam seminggu agar factor – factor biomotorik dan keterampilan tidak akan menurun.
DENSITAS LATIHAN:  densitas latihan bias diterjemahkan dengan kepekatan, kepadatan, kekerapan. Yang dimaksud dengan kepekatan latihan ialah frekuensi atau kekerapan atlet dalam melakuka suatu rangkaian (serie) rangsangan per satuan waktu. Jadi, istilah kepekatan mengacu pada hubunga yang dinyatakan antara kerja dan fase istirahat dalam latihan.
Istirahat (interval) antara dua rangsangan latihan bergantung pada intensitas latihan da lamanya setiap rangsangan. Rangsanga diatas intensitas sub maksimal membutuhkan istirahat yang cukup lama ketimbang kalau rangsangan tidak begitu tinggi.
Untuk latiha kekuatan terutama latihan untuk meningkatkan power atau kekuatan maksimal, istirahatnya ialah antara 3 – 5 menit.
Jadi kita lihat disini istirahat sama pentingnya dengan latihan.
VOLUME LATIHAN : volume latihan merupakan bagian yang penting  dalam latihan, baik untuk latihan teknik, taktik, maupun fisi volume latihan tidak sama dengan lamanya (duration). Latihan . bias saja latihan berlangsung singkat namun materinya banyak. Atau sebaliknya. Latihan berlangsung lama namun tanpa dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.
Volume latihan ialah kuantitas beban latihan atau banyaknya materi latiha yang bias dinyatakan dalam :
a.      Total waktu berlangsung latihan
b.       Jarak yang harus ditempuh atau beban beban yang harus diangkat persatuan waktu.
c.       Jumlah repetisi dalam melakukan suatu latihan, atau dalam melatih suatu unsure teknik atau keterampilan tertentu. Misalnya lari 400 m sebanyak 10 repetisi,(berarti volume latihanya adalah 4000 m)
Jadi volume latihan ialah jumlah aktifitas yang dilakukan dalam latihan.
Jumlah volume latihan. Semakin tinggi tingkat prestasi atlet, semakim banyak pula jumlah volume latihan yang harus dilakukan.
Bompa (1994) juga mengatakan bahwa terdapat korelasi yang tinggi anatara volume latihan per tahun dengan prestos yang ingin dicapai oleh atlet.
PRINSIP SUPERKOMPENSASI. Prinsip ini mengacu pada dampak latihan dan regeneerasi organism tubuh kita yang menjadi dasar biologis untuk persiapanuntuk persiapan fisik  dan mental dalam menghadapi latihan atau pertandingan  berikutnya
INTENSITAS LATIHAN. Perubahan fisiologis  dan pskologis yang positif hanyalah mungkin bila atlet berlatih melalui suatu program latihan yang intensif, yaitu latihan yang secara progresif menambah program kerja, jumlah ulangan gerakan (repetisi), serta kadar intensitas dari repetisi tersebut.
Intensitas latihan mengacu pada jumlah kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tetentu. Makin banyak kerja yang dilakukan dalam suatu unit waktu tertentu, makin tinggi intensitas kerjanya.
Misalnya : lempar 60 bola dalam 1 menit adalah lebih intensip daripada lempar bola 30 bola dalam satu menit.
Intensif tidaknya latihan tergantung dari beberapa paktor (Bompa :1994)
a.      Beban latihan
b.       Kecepatan dalam melakukan gerakan – gerakan
c.       Lama singkatnya interval diantara refetisi-refetisi
d.      Stress mental yang di tuntut dalam latihan
Berat ringan nya intensitas :  berat ringannnya intensitas suatu latihan dapat diukur dengan tipe atau sipat latihan tesebut. Untuk latihan – latihan yang mengandung unsure kecepatan, intensitas intensitas mlakukan gerakan diukur dalam suatu jarak per detik atau per menit. Latihan yang dilakukan melawan suatu tahanan (resistance) diukur dalam kg atau kgm.( Kg  yang diangkat 1 m melawan daya tarik bumi (gravitasi).
Zona intensitas latihan. Klasifikasi zona intenstas latihan yang didasarkan pada penemuan
Intensitas berdasarkakn pada denyut jantung. Selama latihan, kadar intensitas kerja yang dilakukan atlet biasanya beragam. Kadang – kadang tinggi, kadang – kadang medium/rendah.
Organism tubuh kita menyesuaikan diri dengan kadar intensitas tersebut dengan cara meningkatkan fungsi – fungsi faallah agar bias menyesuaikan diri dengan tuntutan latihan.didasarkan pada perubahan – perubahan faal tersebut, khususnya denyut jantung, pelatih dapat memonitor intensitas program latihan.klasifikasi mengenaiintensitas yang didasarkan pada DJ (denyut jantung)sebagaimana dianjurkan Nikiforov (1974) adalah sebagai berikut :

KUALITAS LATIHAN. Berlatih secara intensif saja belum bermanfaat apabila latihan atau dril-dril yang diberiklan tidak berbobot, bermutu, berkualitas,. Orang bias saja berlatihkeras sampai habis napas dan tenaga, tetapi isi latihannya tidak bermutu. Karena itu prestasinya tidak akan meningkat. Lalu apa yag dimaksud dengan latihan yang berkualitas itu?
Latihan yag berlkualitas adalah :
a.      Apabila latihan dan dril-dril yang diberikan memang benar-benar bermanfaat dan sesuai dengana kebutuhan atlet.
b.       Apabila korelasi – kkorelasi yang tepat dan konsumtif sering diberikan
c.       Apabila pengawasan dilakukan oleh pelatih sampai gerakan – gerakan yang paling rinci, da setiap kesalahan segera diperbaiki.
d.      Apabila prinsip overload diterapkan, baik dalam aspek teknik, taktik, maupun mental.
Contoh model training
1.      Menciptakan stress yang tiba-tiba dan tidak di duga-duga sebelumnya oleh atlet.
2.      Latihan isolasi. Dalam latihan isolasi ini atlet untuk beberapa waktu harus berlatih sendiri tanpa dihadiri scara langsung oleh pelatihnya.  Maksud latihan demikian adalah untuk mempersiapkan atlet untuk berdikari dan agar atlet mampu memecahkan masalah – masalahnya  sendiri kalau dalam latihan terjadi kesalahan – kesalahan. Situasi demikian akan dijumpai oleh atlet kelak pada waktu perlombaan.
TEST TRIAL. Antara jadwal latihan dan jadwal pertandingan atau test trial harus;ah ada keseimbangan yang wajar. Training yang baik dibarengi dengan perencanaan test trial yang cerdik dan seksama, kecuali dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada atlet, akan pula dapat membantu dia untuk lebih mengenal akan tugas-tugas yang harus dikerjakan. Situasi dan peraturan perlombaan yang sebenarnya, serta pengaturan taktik dan stategi sebelum dan selama perlombaan. Demikian pula akan membulka matanya akan kekurangan-kekurangannya, baik dalam teknik, fisik, taktik, mental.
Yang penting adalah bahwa tujuan test trial adalah untuk mengevaluasi sampai dimana kemajuan (atau kemunduran) atlet setelah berlatih sekian lama. Oleh karena itu antara test trials haruslah ada waktu yang cukup untuk erl;atih guna memungkinkan atlet memperbaiki kekurangn-kekuranganya. Kesalahan banyak pelatih adalah bahwa mereka terlalu sering melakukan test ujicoba dan bahwa dlam dalam setiap test uji coba atlet harus menang.

MENETAPKAN SASARAN
Stiap atlet harus mempunyai sasaran (tujuan, goal) dalam latiuhan, baik sasaran jangka panjang, menengah, maupun sasaran jangka pendek, sasaran adalah penting karena :
1.      Akan dapat meningkatkan motivasi, konsentrasi, dan semangat atlet untuk berlatih.
2.      Atlet secara mental akan merasa wajib dan terikat untuk mencapai sasaran tersebut
3.      Kalau sasaran berhasil dicapai, atlet akan memperoleh keppuasan untuk kebanggaan tersendiri, sehingga akan terdorong untuk menggapai sasran yang lebih tinggi.
Beberapa ketentuan dalam menetapkan sasaran :
1.      Harus ditetapkan jangka panjang (misalya juara PON)jangka menengah (misalnya kondisi fisik yang baik), dan jangkka pendek (misalnya lemparanya harus mencapai 30 m)
2.      Sasaran harus spesifikda dapat diukur subjektif mungkin. Misalnya, dalam 2 bulan atlet diharap sudah kuat lari sejauh 2531 m dalam jangka waktu 12 menit. Atau mengangkat barbell seberat 30 kg sebanyak 8 kalii maksimal. Contoh sasaran yang tidak spesifik dan tidak objektif adalah seperti ini “setelah latihan 2 bulan, kondisi fisik atlet harus sudah mencapai tingkat optimal”