PENDAHULUAN
1 Latar
Belakang
Saat ini
organisasi sudah hal yang lumrah disekitar kita, kemana pun kita pergi selalu
ada yang namanya organisasi, namun walaupun organisasi adalah hal yang rutin
kita jumpai disekitar kita banyak yang ternyata tidak mengetahui apa pengertian
dari organisasi dan bagaimana perkembangan dari ilmu teori organisasi tersebut Komunikasi di dalam organisasitidak
terlepas dari perkembangan manajeman dan birokrasi. Komunikasi dalam organisasi
merupakan kegiatan yang paling sering dilakukan dalam organisasi yaitu 75% 95%
dari seluruh kegiatanorganisasi. tujuan dari dibuatnya teori komunikasi untuk
menjembatani jurang pemisah dalam organisasi, sehingga proses dapat berjalan
secara baik dan mencapai tujuan organisasi
BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengertian Organisasi
Organisasi merupakan salah satu
sarana untuk mencapai tujuan perusahaan melalui pelaksanaan fungsi-fungsi
manajemen yang dilakukan seorang pimpinan dengan organisasi yang tercipta di
perusahaan yang bersangkutan. Menurut Boone dan Katz organisasi didefinisikan
sebagai berikut Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orangnya
berinteraksi untuk mencapai tujuan.Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
organisasi mencakup 3 elemen pokok : 1). Interaksi manusia ; 2). Kegiatan yang
mengarah pada tujuan dan 3). Struktur organisasi itu sendiri (Kuspriatni,
2009). Organisasi merupakan unit sosial yang dengan sengaja diatur, terdiri
atas dua orang atau lebih yang berfungsi
secara relatif terus menerus untuk mencapai sasaran
2. Defenisi dan
Tujuan Teori Organisasi
Definisi teori organisasi berfungsi
menjelaskan kegiatan dan dinamika kerjasama organisasi dan memberikan tuntunan
dalam pengambilan keputusan berdasarkan prediksi akibat pengambilan keputusan
tersebut. Menurut Lubis dan Husaini (1987) bahwa teori organisasi adalah
sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicaraan mekanisme kerjasama dua orang atau
lebih secara sistematis untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Meskipun studi ini menelusuri
akarnya kepada Max Weber dan para pakar yang sebelumnya, studi organisasi
biasanya dianggap baru dimulai sebagai disiplin akademik bersamaan dengan
munculnya manajemen ilmiah pada tahun 1890-an, dengan Taylorisme yang mewakili
puncak dari gerakan ini. Para tokoh manajemen ilmiah berpendapat bahwa
rasionalisasi terhadap organisasi dengan rangkaian instruksi dan studi tentang
gerak-waktu akan menyebabkan peningkatan produktivitas.
Berdasarkan hal tersebut dirumuskan tujuan teori organisasi secara umum adalah. untuk
mempelajari kerjasama pada setiap individu. Hakekat individu dalam kelompok
untuk mencapai tujuan beserta cara-cara yang ditempuh dengan menggunakan teori
yang dapat menerangkan tingkah laku, terutama motivasi, individu dalam proses
kerjasama.
3. Konsep Evolusi Dan Perkembangan Teori Organisasi
Salah satu kejadian paling penting
sebelum abad kedua puluh kaitannya dengan perkembangan teori organisasi adalah
revolusi industri. Dimulai pada abad ke delapan belas di Inggris, revolusi
tersebut menyeberangi samudra Atlantik dan ke Amerika pada akhir perang dunia
ke dua. Revolusi tersebut mempunyai dua elemen utama yaitu kekuatan mesin telah
menggantikan kekuatan manusia secara cepat, dan pembangunan sarana transfortasi
yang cepat mengubah metode pengiriman barang. Hasilnya adalah menyebarnya
pendirian pabrik-pabrik
Dampaknya terhadap desain organisasi
jelas, yaitu pembangunan pabrik membutuhkan penciptaan yang terus menerus dari
struktur-struktur organisasi untuk memungkinkan terjadinya proses produksi yang
efisien. Pekerjaan harus dirumuskan, arus pekerjaan harus ditetapkan,
departemen diciptakan, dan mekanisme koordinasi dikembangkan, dengan demikian
struktur organisasi yang kompleks harus dirancang.
Evolusi merupakan perubahan yang
sangat cepat dalam perkembangan organisasi dengan memberikan inovasi baru dalam
bentuk keunggulan-keunggulan dan keunikan-keunikan dari perkembangan awal
sampai perkembangan yang paling mutakhir dalam teori organisasi. Evolusi atau
perkembangan teori organisasi memunculkan berbagai macam pendekatan-pendekatan
yang masing-masing dipengaruhi oleh cara yang digunakan untuk meninjaumasalah
organisasi. Keseluruhan pendekatan ini bisa dikelompokkan menjadi tiga aliran
utama, sesuai kurun waktu permunculan masing-masing pendekatan tersebut, yaitu
pendekatan teori klasik, pendekatan neo-klasik dan pendekatan modern.
A. Teori Organisasi klasik
Teori organisasi yang berkembang
mulai awal abad ke 19 digolongkan kedalam teori organisasi klasik atau disebut
juga teori tradisional atau teori mesin. Pada masa ini, organisasi
divisualisasikan sebagai sekelompok orang yang membentuk lembaga Tiap – tiap
bagian organisasi tersebut memiliki spesialisasi dan sentralisasi dalam tugas
dan wewenang. Definisi organisasi menurut teori klasik : Organisasi merupakan
struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, perana-nperanan,
kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain apabila orang bekerja
sama.
Teori ini biasa disebut dengan
“teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an
(abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang
tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk
mekanistik struktural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.
B. Teori Organisasi Neo Klasik
Aliran yang berikutnya muncul adalah
aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini
muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan
penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada “pentingnya aspek psikologis
dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”.
Aliran teori organisasi Neo-klasik
muncul sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap teori organisasi klasik,
ketiga teori organisasi yang tergabung dalam teori organisasi klasik tersbut
dinilai sangat kaku dan mengabaikan hubungan manusiawi. Teori organisasi
neoklasik memberi perhatian khusus pada aspek psikologis dan sosial pada diri
anggota organisasi, baik sebagai individu maupun kelompok kerja.
Tokoh teori ini diawali oleh Elton
Mayo (1927) yang membentuk aliran antar manusia (human relation school),
memandang organisasi sebagai sesuatu yang terdiri dari tugas-tugas dari sisi
manusia dibanding sisi mesin. Pada masa ini dilakukan percobaan yang menyangkut
rancang ulang pekerjaan, perubahan panjangnya hari kerja dan waktu kerja dalam
seminggu, pengenalan waktu istirahat, serta rencana upah individual
dibandingkan dengan upah kelompok. Disimpulkan bahwa norma sosial kelompok
merupakan kunci penentu perilaku kerja seseorang. Kemudian Hawthorne
mempersatukan pandangan Taylor, Fayol, dan Weber dengan kesimpulan bahwa
organisasi merupakan sistem kerjasama.
C. Teori Organisasi Modern
Teori
organisasi klasik dan teori organisasi neoklasik ternyata dinilai belum
memuaskan untuk tuntutan manajemen modern. Banyak kelemahan dan ketimpangan
yang masih ditemukan sehingga mendorong munculnya teori organisasi modern pada
1950. Teori organisasi modern ini kemudian dikenal dengan nama ”analisis
sistem” atau ”teori terbuka” yang memandang organisasi sebagai satu kesatuan
dari berbagai unsur yang saling bergantung. Beberapa perbedaan mencolok antara
teori modern dengan teori klasik adalah sebagai berikut :
1. Teori
organisasi klasik menitikberatkan pada analisis dan deskripsi, sementara teori
organisai modern menekankan pada keterpaduan dan perancangan secara menyeluruh
2.Teori organisasi klasik terfokus pada konsep, skalar dan hubungan
vertikal, sementara teori organisasi modern cenderung horizontal, dinamis dan
multidimensi.
Teori ini muncul pada tahun 1950
sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik.
Teori Modern sering disebut dengan teori “Analisa Sistem” atau “Teori Terbuka”
yang memadukan antara teori klasik dan neo-klasik. Teori Organisasi Modern
melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan yang saling
bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan sistem tertutup yang
berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan sistem
terbuka yang berkaitan dengan lingkungan dan apabila ingin survivel atau dapat
bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.
4. Perbandingan
Antara Teori Modern Dengan Teori Klasik
Teori Klasik memusatkan pandangan
pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada
perpaduan dan perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh. Sedangkan Teori
Klasiklebih khusus membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertikal
sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi
dan banyak variable yang dipertimbangkan.
KESIMPULAN
Organisasi sebagai salah satu bentuk
kehidupan dalam masyarakat pasti mengalami perubahan. Organisasi menghadapi
berbagai tantangan baik yang berasal dari dalam diri organisasi maupun yang
berasal dari dalam diri organisasi maupun yang berasal dari lingkungan yang
merupakan penyebab organisasi harus dirubah. Tantangan yang berasal dari dalam
organisasi, misalnya; volume kegiatan yang bertambah banyak, adanya peralatan
baru, perubahan tujuan, penambahan tujuan, perluasan wilayah kegiatan, tingkat
pengetahuan dan teknologi, tingkat keterampilan, sikap, serta perilaku para
pegawai.
Tantangan yang berasal dari
lingkungan organisasi, misalnya; adanya peraturan baru, perubahan kebijaksanaan
dari tingkat organisasi yang lebih tinggi, perubahan selera masyarakat terhadap
produk, perubahan mode, dan perubahan gaya hidup masyarakat. Strategi
menghadapi tantangan internal maupun eksternal
Untuk menghindari timbulnya konflik dalam perubahan
perlu adanya; perencanaan yang matang, pemberian informasi yang jelas kepada
semua pihak yang terlibat dalam perubahan, menumbuhkan keyakinan bahwa
perubahan yang akan dilaksanakan tidak akan menimbulkan akibat negative baik
bagi para pejabat maupun bagi organisasi. Sumber perubahan, yaitu:
(1) dari dalam organisasi sendiri;
(2) kriteria kepuasan (ekspektasi) anggota organisasi
meningkat;
(3) tekanan dari luar organisasi meliputi perubahan
permintaan dan kekuasan.
Sedangkan
sumber-sumber yang mendorong diadakan perubahan menurut antara lain; lingkungan
berupa stimulasi lingkungan tujuan dan
nilai karena adanya orientasi baru dalam nilai-nilai yang dianut, perkembangan
teknologi baik dalam pengadaaan perangkat teknologi maupun dalam penguasaan
keterampilan dalam menggunakannya,
perubahan structural organisasi bila mengalami perubahan maka subsistem lain
harus mengadakan penyesuaian, perubahan karena factor psiko-sosial didalamnya
termasuk motivasi dan iklim kerja yang mempengaruhi produktivitas organisasi,
perubahan system manajerial meliputi kegiatan perencanaan, pengorganisasian,
pemberian motivasi dan pengontrolan menyangkut pula pengambilan keputusan serta
komunikasi untuk menjaga koordinasi dari bagian-bagian organisasi. Pendekatan
modern dalam manajemen tidak lepas dari pemikiran pendekatan klasik, Sumber
Daya Manusia (SDM) maupun kuantitatif. Pendekatan modern mengatakan tidak
satupun teori atau model yang bisaditerapkan secara universal
DAFTAR PUSTAKA
Prayitno. 1975. Pelayanan Bimbingan Di Sekolah. Jakarta : Ghalia Indonesia.
A.R, Tatang Hidayat. 2009. Inspiring Word. Jakarta : Pustaka
Al-Kautsar.
Tohirin. 2007.Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (berbasis integrasi). Jakarta :PT Raja Grafindo Persada.
1)Jurnal Organisasi dan Komunikasi
Organisasi(255-483-1-SM)
Sumber:
ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Kutubkhanah/article/download/255/240
2)Jurnal TEORI ORGANISASI SUATU
TINJAUAN PERSPEKTIF SEJARAH (86-156-1-SM)
Sumber: https://jurnal.unpand.ac.id/index.php/dinsain/article/view/86/83
3)Jurnal Paradigma dalam Teori
Organisasi dan Implikasinya pada Komunikasi Organisasi (34-187-1-PB)
Sumber: jurnal.uai.ac.id/index.php/SPS/article/download/34/32
a







